Karakter Kewirausahaan
TUGAS PERKULIAHAN SESI 2
KEWIRAUSAHAAN 1 – UNV211
KARAKTER KEWIRAUSAHAAN
Nataya Jagadditha
Dosen Pengampu
Erlina Puspitaloka Mahadewi, SE, MM.
A. Latar Belakang
Kewirausahaan (entrepreneurship) adalah suatu proses dimana seseorang ataupun suatu kelompok menggunakan upaya yang terorganisir dan sarana untuk mencari sebuah peluang dan menciptakan suatu nilai yang tumbuh dengan memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui sebuah inovasi dan keunikan. Bisa dibilang bahwa kewirausahaan merupakan kemampuan dalam menciptakan nilai jual di pasar melalui beberapa proses pengelolaan sumber daa dengan berbagai macam cara yang berbeda. Seorang wirausahaan harus memiliki sikap dan jiwa yang kreatif dan selalu aktif agar terciptanya pendapatan yang lebih meningkat melalui kegiatan usaha yang inovatif.
Wirausaha sudah dikenal sejak awal dikenalkan oleh Richard Castillon pada tahun 1755. Di luar negeri, istilah kewirausahaan telah dikenal sejak abad 16, sedangkan di Indonesia baru dikenal pada akhir abad 20. Kewirausahaan dipelajari baru pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja. Seiring berjalannya waktu dan perkembangan karena adanya tantang seperti krisis ekonomi, pemahaman kewirausahaan melalui dunia Pendidikan dan pelatihan di segala kalangan menjadi berkembang. Pertumbuhan pemahaman akan wirausahwan semakin membawa peningkatan ekonomi yang luar biasa untuk negara Indonesia, walau masih terhitung sangat rendah dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia.
Menjadi pengusaha merupakan alternatif pilihan yang paling tepat karena berwirausaha berarti menyediakan lapangan kerja bagi diri sendiri dan tidak bergantung pada orang lain, wirausahawan memiliki keahlian untuk menjual, mulai dari menawarkan ide hingga bebrapa produk atau jasa. Dengan kemampuan kreativitasnya, wirausahawan dapat beradaptasi dengan berbagai macam kondisi ketika mereka menghadapi berbagai rintangan karena adanya persaingan. Sebagai pelaku bisnis, wirausahawan harus memiliki pengetahuan majemen penjualan yang baik agar kegiatan penjuakan berjalan dengan lancar. Selain itu, gaya dan fungsi manajemen juga mempengaruhi faktor penjualan.
Wirausaha merupakan sesuatu yang dapat kita kaitkan dengan kehidupan sehari hari kita. Berbagai kalangan dapat menjalankan kegiatan wirausaha dapat dijadikan sebagai kerjaan sampingan demi terpenuhinya passive income. Maka dari itu, masih diperlukannya peningkatan sikap pengetahuan mengenai karakteristik wirausaha pada golongan muda seperti mahasiswa yang berhubungan dengan ciri khas, perilaku, watak, tabiat, sikap dan tindakan seseorang untuk mewujudkan gagasan inovatif ke dalam dunia usaha, jika karakteristik dianggap berhasil setelah terbentuknya sikap berupa komitmen dalam melakukan pekerjaannya. Berwirausaha adalah profesi yang terus berkembang seiring berjalannya waktu, hal ini ditandai dengan meningkatnya kesadaran kalangan muda untuk bekerja sebagai wirausaha yang sangat berdampak positif dan turut membantu meringankan program pemerintah dalam mengurangi pengangguran.
Karakteristik seorang wirausaha pada umumnya dapat dilihat pada saat mereka berkomunikasi dan menjelaskan beberapa program yang mererka jalankan maupun dalam menjalin hubungan dengan para kenalan atau relasi bisnis. Maka dari itu, karakteristik sangat diperlukan dalam menjalin hubungan dengan sesame pembisnis. Karena tanpa memperhatikan karakteristik dapat menyebabkan kerugian sendiri dikarenakan tidak banyak relasi dan berhubungan tidak baik. Wirausahawan harus memiliki kemampuan dan motivasi untuk berfikir maju dalam segala sesuatu situasi yang akan dihadapi serta mampu mengatasi masalah yang timbul tanpa mengharapkan bantuan dari berbagai pihak.
Inti dari latar belakang ini, kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan seuatu yang baru dan berbeda (create new and different) melalui berpikir kreatif dan bertindak inovatif untuk menciptakan peluang dalam menghadapi tantangan hidup. Pada hakekatnya kewirausahaan adalah sifat, ciri, dan watak seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan yang inovatif ke dalam dunia nyata dan dituangkan secara kreatif dan menarik Setiap orang juga memiliki kesempatan yang dapat dimanfaatkannya untuk menjadi wirausaha dengan memanfaatkan apa yang ada. Untuk menjadi wirausaha diperlukan keberanian untuk memulai sesuatu yang baru, oleh karena itu sering timbul rasa takut ataupun ragu pada seseorang dalam memulai menjadi wirausaha karena tidak ada kepastian keuntungan ataupun gaji yang didapatkan. Banyak wirausaha yang sukses juga diawali oleh keraguan ataupun rasa takut gagal, namun jika tetap dipertahankan, tidak akan mencapai kesejahteraaan. Diharapkan akan timbul minat untuk berwirausaha agar mereka yang menagggur dapat lebih produktif dan juga mandiri sehingga tidak menjadi beban bagi orang lain. Dengan adanya minat yang mendorong untuk berwirausaha serta mengenali resiko yang harus ditempuh, akan semakin mendorong seseorang untuk lebih dari sekedar berminat, yaitu melakukan bisnisnya sendiri.
B. PEMBAHASAN
Karakteristik entrepreneur adalah sifat-sifat yang dimiliki oleh seorang wirausaha,sejati dalam diri setiap manusia memiliki karakteristik entrepreneur tersebutnamun yang membedakannya adalah besar dan kecilnya keinginan manusia,sehingga hal tersebutlah yang mengakibatkan tidak semua orang dapat dan beraniuntuk memulai membangun bisnisnya sendiri dan menjadi seorang wirausaha. Karakteristik merupakan hal pembeda dari pada seseorang atau sesuatu yang didefinisikan sebagai kualitas atau sikap yang mencolok. Sehingga dalam hal ini kewirausahaan harus dapat berbeda agar usaha yang ia jalani mencolok dan menjadi daya tarik agar banyak orang tertarik dengan produk yang ditawarkan. Salah satu penentu kesuksesan usaha adalah karakteristik wirausaha itu sendiri. Karakteristik wirausaha memiliki peran yang penting dalam pembentukan sikap seseorang dalam menghadapi tantangan, daya inovasi, kreatifitas, keberanian, ketekunan, semangat kerja keras, daya juang yang bersinergi dengan pengetahuan keterampilan dan kewaspadaan menentukan keberhasilan usaha, dengan lengahnya karakteristik pada seorang pengusaha, mereka akan menghadapi permasalahan dan hambatan yang dihadapinya. Seseorang yang kreatif dan inovatif berani mengambil resiko melalui pemanfaatan usaha melalui asset dengan guna agar peluang kesuksesan melesat tinggi.
William Bygrave (Alma, 2007) mendeskripsikan karekteristik wirausaha ke dalam sepuluh konsep yang disebutnya sebagai konsep 10D. Kesepuluh konsep itu adalah, Dream, Decisiveness, Doers, Determination, Dedication, Devotion, Details, Destiny, Dollars, and Distribute. Konsep dream, dimaksukan bahwa seorang wirausaha mempunyai visi bagaimana keinginannya terhadap masa depan pribadi dan bisnisnya, dan yang paling penting adalah dia mempunyai kemampuan untuk mewujudkan impian tersebut. Konsep decisiveness, bahwa seorang wirausaha adalah orang yang tidak bekerja lambat. Mereka membuat keputusan secara cepat dengan penuh perhitungan. Kecepatan dan ketepatan dia mengambil keputusan adalah merupakan faktor kunci dalam kesuksesan bisnisnya. Konsep doers, begitu seorang wirausaha membuat keputusan maka dia langsung menindaklanjutinya. Mereka melaksanakan kegiatannya secepat mungkin yang dia sanggup. Artinya seorang wirausaha tidak mau menunda-nunda kesempatan yang dapat dimanfaatkan. Konsep determination, seorang wirausaha melaksanakan kegiatannya dengan penuh perhatian. Rasa tanggung jawabnya tinggi dan tidak mau menyerah, walaupun dia dihadapkan pada rintangan yang mustahil diatasi. Konsep dedication, dedikasi seorang wirausaha terhadap bisnisnya sangat tinggi, kadang-kadang dia mengorbankan hubungan kekeluargaan, melupakan hubungan dengan keluarganya sementara. Mereka bekerja tidak mengenal lelah. Konsep devotion, artinya seorang wirausaha mencintai pekerjaannya dan produk yang dihasilkannya secara gila-gilaan. Hal inilah yang mendorong dia mencapai keberhasilan yang sangat efektif untuk menjual produk yang ditawarkannya. Konsep details, seorang wirausaha sangat memerhatikan faktor-faktor kritis secara rinci. Dia tidak mau mengabaikan faktor kecil sekalipun yang dapat menghambat kegiatan usahanya. Konsep destiny, seorang wirausaha bertanggungjawab terhadap nasib dan tujuan yang hendak dicapai. Dia merupakan orang yang bebas dan tidak mau tergantung pada orang lain. Konsep dollars, seorang wirausaha tidak sangat mengutamakan mencapai kekayaan. Motivasinya bukan untuk memperoleh uang. Baginya, uang dianggap sebagai ukuran kesuksesan bisnisnya. Mereka berasumsi, jika mereka sukses berbisnis maka mereka pantas memperoleh uang atau keuntungan. Konsep distribute, seorang wirausaha bersedia mendistribusikan kepemilikan bisnisnya terhadap orang–orang kepercayaannya. Orang-orang kepercayaan ini adalah orang-orang yang kritis dan mau diajak untuk mencapai sukses dalam bidang bisnis.
keberhasilan seorang wirausaha untuk mengembangkan bisnisnya tergantung pada kecerdasan, imajinasi, dan kekuatan keinginan individu yang bersangkutan, dan dalam penelitian, keberhasilan usaha dapat dilihat dari efisiensi proses produksi yang dikelompokkan berdasarkan efisiensi secara teknis dan efisiensi secara ekonomis. Dengan suatu pencapaian yang memiliki ciri terciptanya lapangan kerja, perkembangan usaha, efisiensi waktu produksi, peningkatan pendapatan usaha kaktus maka keberhasilan usaha telah tercapai, serta niat berwirausaha adalah penentu utama faktor sukses dalam sukses berwirausaha. Selain itu, Motivasi kewirausahaan memainkan peran penting niat berwirausaha. Motivasi memiliki nilai yang tinggi karena membuat orang bertindak. Sementara itu Niat kewirausaha diartikan sebagai keinginan seseorang untuk memulai bisnis baru atau menciptakan nilai bisnis baru. Motivasi kewirausahaan meliputi sikap terhadap perilaku, norma subjektif dan kontrol perilaku yang dirasakan .
Sifat kepribadian seorang wirausaha dapat menentukan keberhasilan usaha, seperti percaya diri dan keseriusan pembisnis merupakan faktor penentu keberhasilan pada usahanya. Wirausahawan yang sukses biasanya adalah orang yang sifat kepribadiannya berani, pekerja keras dan memiliki komunikasi yang baik. Orientasi kewirausahaan juga merupakan salah satu pendorong kesuksesan usaha. Lumpkin dan Desk (2001) menyatakan bahwa konsep orientasi kewirausahaan mencakup 5 dimensi, yaitu: kemandirian, kemampuan berinovasi, keberanian mengambil risiko, proaktif dan berani bersaing. Lima dimensi tersebut menunjukkan bagaiamana seorang wirausahawan dalam menghadapi pesaingnya. Kesiapan menjadi wirausahawan juga menjadi penentu keberhasilan usaha. Kesiapan menjadi wirausahawan menunjuk pada keyakinan diri untuk memulai usaha dengan segala kewajiban dan konsekwensinya.
Karakteristik usaha menunjuk pada asal usul usaha, lama usaha, skala usaha dan sumber permodalan yang memainkan peranan penting dalam kesuksesan usaha. Asal usul usaha menunjuk apakah usaha dirintis dari nol atau merupakan warisan dari keluarga. Wirausahawan yang merintis usahanya dari nol memiliki pengalaman yang semakin banyak sehingga semakin lama kemampuan wirausahanya terasah. Wirausahawan yang mengembangkan usaha dari inisiatif sendiri dan bukan karena meneruskan usaha orang tua memiliki potensi lebih sukses karena telah melewati proses kerja keras dan ketekunan untuk memperjuangkan usahanya. seorang wirausaha mempunyai visi bagaimana keinginannya terhadap masa depan pribadi dan bisnisnya, dan yang paling penting adalah dia mempunyai kemampuan untuk mewujudkan impian tersebut, seorang wirausaha adalah orang yang tidak bekerja lambat, baiknya harus mengambil kesimpulan secara cepat dengan perhitungan yang panjang, karena kecepatan dan kecepatan merupakan factor penentu keberhasilan dan kesuksesan. Menentukan segala sesuatu hal dengan penuh perhatian dan rasa tanggung jawab yang tinggi, dedikasi yang tinggi pada seorang wirausaha juga menjadi factor keberhasilan mereka. (Ananda and Rafida, 2016) Baringger dan Ireland (2008) mendeskripsikan empat karakteristik utama yang harus dimiliki oleh seorang entrepreneur yaitu :
1. Hasrat yang kuat terhadap bisnis.
Karakteristik hasrat yang kuat terhadap bisnis mendeskripsikan kepercayaan entrepreneur bahwa bisnis secara positif akan mempengaruhi kehidupan manusia dan menjadi dunia lebih baik untuk ditinggali. Hal ini juga menjelaskan mengapa banyak eksekutif yang telah mapan meninggalkan pekerjaannya dan memulai bisnisnya sendiri.
2. Fokus pada produk dan pelanggan.
Karakteristik ini menekankan betapa pentingnya seorang entrepreneur untuk memahami dua elemen penting dalam bisnis yaitu produk dan pelanggan. Entrepreneur memiliki obsesi untuk menawarkan produk yang dapat memuaskan kebutuhan dankeinginan pelanggan.
3. Keuletan meskipun menghadapi kegagalan.
Kegagalan adalah hal yang biasa dalam berbisnis, apalagi jika entrepreneur memulai bisnisnya yang baru. Beberapa jenis usaha membutuhkan serangkaian eksperimentasi sebelum sukses diraih. Kegagalan dan kemunduran menjadi bagian dari proses yang mesti dihadapi. Entrepreneur sukses memiliki keuletan dan kegigihan untuk menghadapi situasi tersebut.
4. Kepandaian dalam eksekusi.
Bisnis yang sukses tak lepas dari kecerdasan entrepreneur mengimplementasikan berbagai rencananya ketika usahanya mulai berjalan. Entrepreneur harus dapat memadukan berbagai aktivitas seperti mengeksekusi ide menjadi model bisnis yang akurat, membangun kebersamaan tim, membangun kemitraan, mengelola keuangan, memimpin, memotivasi karyawan dan sebagainya.
Menjadi wirausaha professional harus memenuhi kriteria ketangguhan. Adapun ciri dari kedua keriteroa tersebut adalah berfikir dan bertindak strategik, adaptif terhadap perubahan dalam berusaha mencari peluang keuntungan termasuk yang mengandung resiko besar. Berusaha untuk mendapat keuntungan melalui berbagai kesuksesan dalam memuaskan langganan, berusaha mengenal dan mengendalikan kekuatan dan kelemahan perusahaan serta meningkatkan kemampuan dengan system pengendanlian yang ada tersusun, selalu serta melakukan pemupukan permodalan. Kewirausahaan juga harus memiliki kemampuan yang unggul antara lain yaitu berani untuk mengambil resiko dan dapat memperhitungkan serta berusaha menghindarinya, selalu berusaha menghasilkan bakti karya yang kebih baik agar dapat menjadi pemasok ekstra, antisipasif terhadap perubahan, kreatif dalam mencari peluang modal pasar dan berinovasi di berbagai bidang.
Wirausaha selalu berkomite untuk menjalankan tugasnya hingga memperoleh hasil yang diharapkam tidak setengah jalan, maka ia harus selalu tekun dan pantang menyerah. Berhitungan yang matang akan menjadi factor keberhasilan. Oleh sebab itu, wirausaha harus berani mengambil resiko moderat yaitu resiko yang tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu berat. Keberanian menghadapi resiko oleh komitmen yang kuat mendorong wirausaha untuk terus berjuang mencari peluang hingga memperoleh hasil yang nyata dan jelas. Dengan semangat juang yang optimis karena kemauan pasti akan mendapatkan hasil yang diharapkan, sehinfga penghasilan dapat dikelola dengan proaktif dan dijadikan sumber daya untuk inovasi penjualan selanjutnya.
Secara rinci ciri-ciri karakter wirausahawan yang memiliki motivasi tinggi yaitu :
1. Percaya Diri.
Seorang wirausaha adalah orang yang percaya bahwa mereka sanggup mencapai target sehingga mendapatkan hasil yang diinginkan. Percaya diri bukanlah sifat yang angkuh, namun percaya diri dapat mendorong seseorang untuk terus maju dengan kemampuan yang ada, serta karakteristik kehandalan seseorang juga dilihat dari sikap bertanggung jawab yang tinggi, objektif serta dapat mengendalikan emosional dengan baik dan stabil.
2. Berorientasi pada tugas dan hasil.
Dengan memiliki sikap yang prestatif keberhasilan pada wirausaha akan melonjak jauh.
3. Berani Menanggung Resiko.
Berani mengambil resiko berhubungan dengan sikap keinginan untuk bertanggung jawab. Wirausahawan harus siap mengambil tindakan dalam bentuk masalah apapun.
4. Kepemimpinan.
Seorang wirausaha merupakan pemimpin yang harus selalu mencari peluang untuk mencapai tujuan. Dengan cara mengembangkan berbagai macam aspek sikap yang mendorong dan memotivasi orang lain agar mencapai kesuksesan.
5. Keorisinilan.
Dengan memiliki ide yang orisinil, perilaku pengusaha akan dapat memperoleh kemampuan untuk melaksanakan sesuatu.
6. Berorientasi ke masa depan.
Wirausaha harus memiliki visi terhadap masa depan demi kelancaran usaha yang ia jalani, sehingga harus menyusun planning dan strategi yang matang agar mencapai Langkah-langkah yang jelas.
7. Kreativitas
Kreatif adalah kemampuan untuk menghasilkan atau menciptakan suatu produk baru yang sangat berkorelasi dengan wirausahaan.
C. KESIMPULAN
Seorang wirausahawan harus memiliki karakter dan sifat yang kuat serta gigih dalam menyikapi segala macam kendala yang berhubungan dengan upaya untuk meraih kesuksesan dari usaha yang telah dirintis kedepannya. Kesuksesan tidak datang secara spontan atau instant melainkan harus didapat dengan berbagai macam upaya dan usaha yang keras serta gigih dalam menyikapi kegalalan yang sewaktu-waktu pasti akan dialami. Semakin dekat dengan kesuksesan, semakin besar pula rintangan yang akan dihadapi seorang wirausahawan dikarenakan banyak pesaing pasar yang pasti akan melonjak karir diwaktu yang sama. Keberanian dalam mengambil Tindakan, pentar berkomunikasi dan membaca peluang keberhasilan sera kegagalan, jujur merupakan modal untuk meraih kesuksesan dalam berwirausaha. Jadi wirausahawan adalah orang yang mempunyai semangat, sikap, perilaku dan kemampuan kewirausahaan, atau orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis, mengumpulkan sumberdaya-sumberdaya yang dibutuhkan dan mengambil tindakan yang tepat guna memastikan kesuksesan.
DAFTAR PUSTAKA
https://sipadu.isi-ska.ac.id/sidos/rpp/20211/rpp_111138.pdf
https://dokumen.tips/documents/makalah-karakteristik-kewirausahaan.html?page=32
https://eprints.ums.ac.id/48147/3/BAB%20I.pdf
https://ilovelife.co.id/blog/10-karakter-entrepreneur-sukses-yang-patut-dicontoh/